Memoles Lantai Beton Agar Nampak Mengkilap Dan Elegant

bagaimana cara memoles lantai beton ?

Proses Pengamplasan (Griding)

untuk memoles lantai beton, digunakan mesin yang dilengkapi dengan abrasive segmen berlian.
Mesin ini membantu menggerus permukaan beton hingga kilau dan kehalusan yang diinginkan tercapai.
Pengamplasan biasanya dimulai dengan menggunakan pad berukuran paling kasar, kemudian pad yang paling halus. Sisa-sisa serbuk amplas b iasanya disiram dengan air agar bisa meningkatkan kualitas kilap.

Metode Poles Beton

Beton dapat dipoles dengan metode basah maupun kering

metode basah

dalam metode basah memoles beton, selama proses penggilingan, air digunakan untuk mendinginkan abrasive berlian.
Juga untuk mengurangi jumlah debu yang dihasilkan selama proses pemolesan.
Air yang digunakan dalam metode pemolesan basah membantu mengurangi gesekan.
Air ini juga bertindak sebagai pelumas, sehingga meningkatkan masa pakai abrasive pemolse.

metode kering

dalam metode pemolesan kering, tidak ada air yang digunakan selama proses.
Untuk penggosok lantai, sistem penahanan dipasang sehingga debu yang terbentuk disedut langsung melalui mesin vakum.
Dengan sistem penyedot debu built in, maka polusi akibat debu debu bisa diminimalisir.
Metode kering umumnya digunakan dalam pemolesan lantai industri karena lebih nyaman, cepat dan ramah lingkungan.

prosedur langkah demi langkah untuk mendapatkan beton yang dipoles adalah :

  1. Langkah pertama adalah menyiapkan permukaan beton dengan mengamplas. Permukaan beton yang akan dipolse disiapkan dengan menghilangkan lapisan yang ada diatasnya.
    ini dapat dilakukan dengan menggunakan diamond abrasive 16 hingga 20 grit.
  2. Jika ada retakan atau sambungan pada permukaan beton, harus didempul dengan menggunakan pengisi (semi-grid) atau epoxies.
  3. Setelah didempul, permukaan amplas dengan abrasive diamond pad, Grit yang digunakan bisa berkisar dari 30 hingga 40. lalu grit 80 dan grit 150.
  4. setelah serangkaian pengamplasan, permukaannya dipadatkan dengan menggunakan pengeras kimia.
  5. pemolesan dilakukan dengan menggunakan diamond pad dengan grit bervariasi dari 100 hingga 200. kombinasi keduanya juga dapat dilakukan
  6. pemolesan berikutnya dilakukan oleh grit 400 grit diikuti oleh 800 grit.
  7. Finishing akhir dilakukan oleh 1500 atau 3000 grit diamond-bond.

Untuk menjaga permukaan, disarankan untuk menggunakan pelindung noda pada permukaan beton.

Manfaat beton Poles

  1. Daya Tahan Tinggi
  2. Menciptakan permukaan yang tidak licin karena memiliki koefisien gesekan yang tinggi
  3. Perawatan yang rendah
  4. Serangan serangga dan pertumbuhan jamur tidak dianjurkan
  5. Membantu meningkatkan pencahayaan alami
  6. Beton yang dipoles dapat dengan mudah dibersihkan dengan air atau pembersih netral
  7. Beton yang dipolse dapat tahan terhadap lingkungan industri yang ekstrem
  8. Bentuk 3D dapat dengan mudah dicapai dengan pemolesan beton dibandingkan dengan batu alam

Konsultasi Gratis

Siap membangun rumah impian anda & keluarga bersama Era Nusantara Raya Konstruksi ?
Email Facebook Twitter

Antisipasi Bencana, Penuhi Dulu 7 Syarat Bangunan Rumah Kokoh dan Tahan Gempa Ini

Sahabat enrkonstruksi, belakangan ini negeri kita banyak dilanda bencana. Mulai gempa di Lombok, Palu, dan beberapa gempa di daerah lain. Hampir setiap ada gempa selalu terdapat bangunan rumah penduduk yang rusak berat. Salah satu penyebab rusaknya bangunan, selain tentu saja dahsyatnya hantaman bencana, adalah karena konstruksinya kurang kuat.

Untuk mengantisipasi kerusakan bangunan lain di masa mendatang, Pak Jago akan berbagi tentang 7 syarat membangun rumah tinggal (terutama rumah 1 lantai) agar kokoh dan tahan terhadap gempa.

1. Tanah yang akan dibangun harus tanah yang keras (tidak lunak), agar tidak ada penurunan (ambles).

Tanah yang akan dibangun harus dipastikan tanah yang kuat menahan beban bangunan di atasnya mulai beban pondasi, sloof, kolom, ring balok, tembok, konstruksi atap dan bagian lainnya seperti plafon, pintu, jendela, dan tangki air. Pada kondisi tanah normal, artinya tanah cukup keras yang jika digali sekitar 80 cm sudah mencapai kekerasan cukup ditandai dengan beratnya cangkul/ganco itu pertanda tanahnya cukup kuat, mencapai tegangan sekitar 2 kg/cm2 atau sekitar 0,2 N/mm2.

Jika kondisi tanah termasuk lembek atau labil, meskipun sudah digali sampai dalam namun belum juga mendapatkan kekerasan yang cukup, bisa diatasi dengan memasang trucuk (kayu yang ditancapkan ke tanah sedalam kurang lebih 3 meter, guna memperkuat tanah dan pondasi di atasnya). Cara ini lazim dilakukan di daerah Kalimantan, masyarakat di sana menggunakan kayu ulin untuk memancang hingga mencapai tanah keras. Setelah itu, barulah dibangun pondasi di atasnya.

2. Pondasi sebaiknya dibuat kuat, tidak terlalu menghemat material karena pondasi adalah bagian bawah dari bangunan yang berfungsi untuk menahan beban diatasnya.

Pondasi untuk rumah tinggal yang paling banyak dilaksanakan adalah pondasi dari batu alam, bisa batu kali atau batu gunung. Bentuknya dibuat trapesium dengan lebar atas sekitar 30 cm, lebar bawah sekitar 50 hingga 80 cm tergantung berat/ringannya bangunan yang ada di atasnya serta kondisi tanahnya. Jika kondisi tanah cukup keras maka lebar bawah pondasi sebesar 50 cm untuk bangunan lantai 1 rumah biasa sudah cukup kuat.

Jika tanahnya lunak, maka pilihan pondasi diganti dengan pondasi telapak/foot plat dari beton bertulang. Untuk rumah tinggal 1 lantai dengan ukuran 80 cm x 80 cm tebal 20 cm dirasa cukup kuat menahan beban di atasnya.

3. Struktur tiang, balok, kuda-kuda harus dibuat kuat agar jika ada gempa bumi masih bisa menahan goyangan.

Struktur bangunan dimulai dari pondasi, sloof, kolom, ring balok, kuda-kuda semuanya harus dikerjakan dengan benar, baik ukuran penampang beton bertulang, pemakai tulangan pokok, cincin/beugel, cara mengikat, campuran beton, pelaksanaan pengecoran semua hendaknya mengikuti petunjuk yang ada. Tulangan pokok baik untuk sloof, kolom, ring balok serta pondasi telapak dianjurkan menggunakan besi diameter 12 mm dan cincinnya menggunakan besi 8 mm dengan jarak maksimal 20 cm

Namun dalam kenyataannya banyak sekali yang hanya menggunakan besi 10 mm, itu pun ukurannya tidak standar/banci. Sehingga banyak yang sekedar memasang saja demi penghematan tanpa memikirkan akibat buruknya jika terjadi gempa. Untuk beugel banyak yang memasang besi 6 mm juga dengan ukuran yang tidak standar.

Sebenarnya bisa saja menggunakan besi 6 mm namun jarak beugelnya maksimal 15 cm. Hal lain yang harus diperhatikan adalah pada pertemuan antara sloof dengan sloof serta kolom dengan sloof atau kolom dengan ring balok. Sangat dianjurkan ada lewatan atau overlapping 40 x diameter tulangan untuk masuk ke bagian lainnya.

Syarat ini yang paling tidak diperhatikan masyarakat. Umumnya hanya sekedar masuk saja sedalam 15-20 cm, sehingga apabila ada gerakan horizontal dari gempa berakibat hubungannya terlepas. Pada bagian bawah kolom hendaknya besi dimasukkan ke pondasi juga sedalam 40 x diameter besi tulangan pokok. Jika menggunakan besi 12 mm, maka masuknya adalah sedalam 40x12mm = 640 mm atau 64 cm. Masuknya besi bisa dibengkokkan seperti huruf L.

4. Tembok harus dibuat dari bahan dinding yang tahan terhadap benturan

Adukan untuk memasang dan memplester cukup bagus perbandingannya misal perbandingan 1 semen: 5 pasir. Fungsi tembok hanya sebatas penyekat saja, karena beban sudah diterima oleh ring balok, kolom, dan diteruskan ke sloof/pondasi.

5. Kuda-kuda harus dibuat dari kayu yang bagus

Kuda-kuda harus dibuat dari kayu yang bagus, tidak rapuh, ukuran tak terlalu kecil. Kuda-kuda bukan hanya menumpang di atas ring balok namun hendaknya diikat kuat dengan konstruksi besi atau minimal diikat dengan besi kolom ditekuk yang dipaku pada kayu kuda-kuda.

Jika pakai baja ringan, pilihlah yang kualitasnya bagus, karena baja ringan saja ada lebih dari 60 merk dengan tingkat kualitas yang beragam. Pastikan pemasangan kuda-kuda baja ringan dikerjakan oleh aplikator yang bersertifikat dan konstruksinya direncanakan dengan perhitungan statistika yang benar.

6. Kusen pintu dan jendela harus dipasang angkur agar ada ikatan yang kuat dengan tembok.

Kalau rumah biasa cukup 2 angkur pada bagian kanan dan 2 angkur pada bagian kiri, maka rumah kokoh disarankan minimal 4 buah kanan dan 4 buah pada bagian kiri kusen.

7. Kualitas pipa air dan kabel listrik juga dipilih bahan yang bagus tidak mudah rapuh dan koyak oleh umur bangunan.

Konsultasi Gratis

Siap membangun rumah impian anda & keluarga bersama Era Nusantara Raya Konstruksi ?
Email Facebook Twitter

Agar Rumah Tak Ambles, Kenali 4 Hal Terkait Mengurug Tanah Ini

Terkadang lokasi tanah yang akan dibangun berada di bawah permukaan jalan sehingga perlu diurug, karena lantai rumah yang akan dihuni nantinya sebisa mungkin berada di atas permukaan jalan agar nyaman untuk tempat tinggal.

Prosedur pelaksanaan pengurugan ada 2 cara, yaitu setelah dan sebelum fondasi dikerjakan. Selain itu, ada 2 faktor pemilihan material urugan dan perhitungan ketinggian yang perlu diperhatikan. Dalam melaksanakan kedua prosedur ini kondisi medan menjadi pertimbangan yang utama. Cara mengurug dilakukan secara lapis demi lapis, idealnya digelar dengan ketebalan 20-30 cm kemudian dipadatkan dengan stamper/compactor. Semprot dengan sedikit air bila tanahnya kering. Berikut prosedur lengkapnya:

1. Pengurugan setelah fondasi dikerjakan

Untuk bangunan sederhana dengan kondisi medan yang tidak terlalu berat maka fondasi dikerjakan dulu dengan ketinggian yang sesuai dengan permukaan jalan, setelah itu baru diurug dengan tanah.

Uji Tanah Sondir

baca juga

2. Pengurugan sebelum fondasi dikerjakan

Untuk bangunan besar dengan kondisi medan yang berat maka tanah yang akan dibangun diurug dahulu, kemudian fondasi dikerjakan setelah tanahnya rata dan padat. Ada juga cara dengan membiarkan tanah memadat sendiri dalam waktu cukup lama, misal 1 tahun.

3. Pemilihan tanah untuk material urugan

Jenis tanah urug yang baik adalah tanah berpasir yang terurai (bukan gumpalan), sehingga mudah dipadatkan. Selain itu untuk pemilihan tanah urugan yang baik harus mempertimbangkan jenis tanah. Tanah yang terlalu basah tidak bisa dipadatkan dengan baik. Jenis tanah urugan haruslah tanah yang tidak mengandung kotoran organik seperti rumput, sampah, pepohonan atau dedaunan karena akan berakibat penurunan. Penurunan ini sendiri terjadi karena sisa-sisa akar pepohonan dan daun mengalami dekomposisi/penguraian/pembusukan oleh alam, sehingga menimbulkan rongga berisi udara. Nah, rongga udara ini akan menurun ketika mengalami tekanan yang terus menerus dari atasnya.

PONDASI CAKAR AYAM

baca juga

4. Perhitungan ketinggian yang harus presisi

Salah memilih dan mengukur ketinggian rumah dapat menyebabkan rumah menjadi tergenang saat curah hujan tinggi. Karena ketinggian air banjir ketika hujan lebat beragam untuk suatu daerah, sebaiknya elevasi dari rumah ditentukan dengan survey rumah-rumah di sekitarnya. Bila bukan daerah banjir umumnya ketinggian lantai rumah cukup dibuat 30 cm dan kamar mandi 25 cm dari punggung jalan.

Catatan penting:

Sebelum melaksanakan pekerjaan urugan maka permukaan tanah yang mengandung tumbuh-tumbuhan dan akar-akaran (humus) dikeruk dahulu diletakkan di luar bangunan agar tidak menyebabkan penurunan tanah atau ambles.

Email Facebook Twitter

Konsultasi Gratis

Siap membangun rumah impian anda & keluarga bersama Era Nusantara Raya Konstruksi ?